Mengenalkan Budaya Kewargaan pada Anak di Lingkungan Keluarga

Mengenalkan Budaya Kewargaan pada Anak di Lingkungan Keluarga

Cara Mengenalkan Budaya dan Kewargaan pada Anak dalam Lingkungan Keluarga | Idliteratur.com – Kuatnya arus budaya global bisa saja akan menghilangkan budaya-budaya lokal/nasional sebagai identitas bangsa. Budaya merupakan alat penghubung generasi terdahulu, sekarang dan generasi pada masa yang akan datang. 

Literasi budaya, merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Literasi Kewargaan, merupakan kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. 

Apa saja kegiatan literasi budaya dan kewargaan di lingkungan keluarga ?

1. Berwisata 

Kegiatan mengunjungi tempat yang berkaitan dengan literasi kebudayaan dan kewargaan

Tempat yang dapat dikunjungi antara lain:

a. Candi Borobudur 

Merupakan destinasi wisata yang berada di daerah Magelang, Jawa Tengah. Dinding Candi Borobudur dihiasi relief pada dinding pagar (langkan). Kebanyakan pengunjung akan terkesima melihat keindahan pahatan-pahatan maha karya leluhur kita.

Relief digunakan sebagai media siar seniman jaman dahulu untuk menyampaikan pesan-pesan yang sarat akan nilai-nilai keagamaan, kepahlawanan serta kasih sayang.

Pahatan relief Jataka dan Avadana pada langkan tingkatan III mengandung Pendidikan karakter yang menjadikan manusia hidup sesuai dengan hak dan kewajibannya di dunia.

Relief ini juga mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik pada semua mahluk, baik itu sesame manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Relief ini mengajarkan budi pekerti untuk generasi masa kini dan masa datang untuk mencintai budaya dan kewargaannya.

b. Tugu Nol Kilometer (Aceh)

Tugu Nol Kilometer Republik Indonesia atau yang lebih akrab dikenal dengan Monumen Kilometer Nol merupakan sebuah penanda geografis yang unik di Indonesia. Peran dari monumen ini adalah sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Berwisata ke tempat ini bersama keluarga akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya dan kewargaannya.

c. Taman Nasional Way Kambas (Lampung)

Merupakan kawasan pelestarian alam, untuk melindungi berbagai satwa liar, diantaranya adalah tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), enam jenis primata, rusa sambar (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus muntjak), harimau Sumatera (Panthera tigris), beruang madu dan Badak Sumatera.

Mengajak keluarga berwisata ke tempat ini akan menambah ilmu pengetahuan anak mengenai aneka jenis satwa yang di lindung yang merupakan kekayaan alam dan budaya bangsa

Masih banyak lagi destinasi wisata yang bisa dikunjungi terkait dengan literasi budaya dan kewargaan seperi; Museum Layang-layang (Jakarta), Museum Mulawarman (Samarinda), Lawang Sewu (Semarang) dan lain sebagainya.

2. Berdiskusi

Mengajak anak bertukar pikiran terkait dengan budaya dan kewargaan dapat dilakukan melalui mengajak anak untuk terlibat dalam proses pembuatan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Asuransi Kesehatan (BPJS), Surat Kelakuan Baik dll.

Bisa juga berdiskusi mengenai informnasi kebudayaan dan kewargaan (menonton berita di televisi kemudian mendiskusikannya)

3. Menggunakan Bahasa daerah

Bangsa kita memiliki beragam bahasa daerah yang harus dilestarikan. Tetapi keragaman bahasa daerah terancam punah. Saat berkomunikasi dengan anggota keluarga di rumah sebaiknya menggunakan Bahasa daerah. Begitupula ketika berkomuniksi dengan anggota keluarga yang lebih tua.

Demikianlah artikel singkat ini, semoga memiliki manfaat bagi keluarga yang menginginkan anaknya tumbuh sebagai pribadi yang memiliki kecintaan terhadap budaya bangsanya.

Author: admin